03 Juni 2011

Iklim di Indonesia


Di Indonesia terdapat tiga jenis iklim yang mempengaruhi iklim di Indonesia,
yaitu iklim musim (muson), iklim tropica (iklim panas), dan iklim laut.

Iklim Musim (Iklim Muson)

Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode tertentu. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan. Iklim musim terdiri dari 2 jenis, yaitu Angin musim barat daya (Muson Barat) dan Angin musim timur laut (Muson Tumur). Angin muson barat bertiup sekitar bulan oktober hingga april yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Angin muson timur bertiup sekitar bulan april hingga bulan oktober yang sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau.

Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas)

Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Umumnya wilayah Asia tenggara memiliki iklim tropis, sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis. Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan atau Hujan Naik Tropika.

Iklim Laut

Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah laut mengakibatkan penguapan air laut menjadi udara yang lembab dan curah hujan yang tinggi.

Sumber

Tanda Kendaraan Bermotor / Plat Nomor di Indonesia

Tanda A Untuk Daerah/Wilayah Banten
Tanda B Untuk Daerah/Wilayah DKI Jakarta
Tanda D Untuk Daerah/Wilayah Bandung
Tanda E Untuk Daerah/Wilayah Cirebon
Tanda F Untuk Daerah/Wilayah Bogor
Tanda G Untuk Daerah/Wilayah Pekalongan
Tanda H Untuk Daerah/Wilayah Semarang
Tanda K Untuk Daerah/Wilayah Pati
Tanda L Untuk Daerah/Wilayah Surabaya
Tanda M Untuk Daerah/Wilayah Madura
Tanda N Untuk Daerah/Wilayah Malang
Tanda P Untuk Daerah/Wilayah Besuki
Tanda R Untuk Daerah/Wilayah Banyumas
Tanda S Untuk Daerah/Wilayah Bojonegoro .
Tanda T Untuk Daerah/Wilayah Kerawang
Tanda AA Untuk Daerah/Wilayah Kedu
Tanda AB Untuk Daerah/Wilayah DI Yogyakarta
Tanda AD Untuk Daerah/Wilayah Surakarta
Tanda AE Untuk Daerah/Wilayah Madiun
Tanda AG Untuk Daerah/Wilayah Kediri
Tanda BA Untuk Daerah/Wilayah Sumatra Barat
Tanda BB Untuk Daerah/Wilayah Sumatra Utara
Tanda BD Untuk Daerah/Wilayah Bengkulu
Tanda BE Untuk Daerah/Wilayah Lampung
Tanda BG Untuk Daerah/Wilayah Sumatra Selatan
Tanda BH Untuk Daerah/Wilayah Jambi
Tanda BK Untuk Daerah/Wilayah Sumatra Timur
Tanda BL Untuk Daerah/Wilayah DI Aceh
Tanda BM Untuk Daerah/Wilayah Riau
Tanda BN Untuk Daerah/Wilayah Bangka
Tanda CC Untuk Daerah/Wilayah Korps Konsul
Tanda CD Untuk Daerah/Wilayah Korps Diplomatik
Tanda DA Untuk Daerah/Wilayah Kalimantan Selatan
Tanda DB Untuk Daerah/Wilayah Minahasa
Tanda DD Untuk Daerah/Wilayah Sulawesi Selatan
Tanda DE Untuk Daerah/Wilayah Maluku Selatan
Tanda DG Untuk Daerah/Wilayah Maluku Utara
Tanda DH Untuk Daerah/Wilayah Maluku Timur
Tanda DK Untuk Daerah/Wilayah Bali
Tanda DL Untuk Daerah/Wilayah Sangihe/Talaud
Tanda DM Untuk Daerah/Wilayah Sulawesi Utara
Tanda DN Untuk Daerah/Wilayah Sulawesi Tengah
Tanda DR Untuk Daerah/Wilayah Lombok
Tanda DS Untuk Daerah/Wilayah Papua
Tanda EA Untuk Daerah/Wilayah Sumbawa
Tanda EB Untuk Daerah/Wilayah Flores
Tanda ED Untuk Daerah/Wilayah Sumba
Tanda KB Untuk Daerah/Wilayah Kalimantan Barat
Tanda KT Untuk Daerah/Wilayah Kalimantan Timur
Tanda W Untuk Daerah/Wilayah Sidoarjo (Jatim)
Tanda Z Untuk Daerah/Wilayah Sumedang (Jabar)

Sumber

28 Mei 2011

Cara Ekstrak File Rar

Sebelum mengekstrak pastikan program winrar atau 7zip telah di instal.

Cara paling sederhana untuk menghindari kegagalan ekstrak yang disebabkan karena kesalahan penamaan file adalah dengan menaruh semua file dalam satu folder. Lalu rubah nama masing-masing part menjadi:

part1
part2
part3
part4
dan seterusnya....

Setelah itu baru diekstrak dengan winrar atau 7zip

Jika cara di atas masih belum berhasil mengekstrak file, maka kemungkinan salah satu file part masih ada yang korup. Untuk itu cari file mana yang masih korup.

Misalnya filenya terdapat 5 buah yaitu part1, part2, part3, part4 dan part5. Pada umumnya antara part1 sampai part4 itu ukuran filenya sama besar, sedangkan untuk file yang terakhir biasanya ukurannya lebih kecil, contoh;

part1= 103 MB
part2= 103 MB
part3= 103 MB
part4= 103 MB
part5= 90 MB

Jadi ketika part1 sampai part4 sizenya tidak sama, bisa dipastikan file dengan size yang beda (lebih kecil biasanya) adalah file yang korup ketika di download.

Semoga Berhasil : )

- Download Winrar : di sini
- Download 7zip: di sini

Sumber

Cara Menampilkan Subtitle FIlm

Setelah di download file subtitle biasany masih dalam format "rar" atau "zip", jika file masih dalam bentuk rar atau zip, maka ekstract lah terlebih dahulu dengan menggunakan aplikasi Winrar.

  • Pindahkan file film dan subtitlenya ke dalam satu folder. Nama film dan subtitlenya harus sama. Misalkan filmnya berjudul Avatar.avi, maka subtitlenya = Avatar.srt.


  • Kemudian putar filmnya dengan aplikasi Windows Media Player. subtitle otomatis akan keluar.

Atau

  • Install aplikasi pemutar video lain seperti VLC Media Player atau Gom Player, Jika film dan subtitlenya sudah berada dalam satu folder serta nama film dan subtitlenya sama, maka otomatis teks akan keluar.


  • Namun jika subtitle tetap tidak keluar, maka masukkan subtitle secara manual dengan cara klik menu Video - pilih Subtitle Track - lalu pilih Load File - Cari/ Browse file subtitlenya terletak di mana, kalau sudah ketemu pilih dan klik OK.

Jika file film berupa MKV, maka bisa diputar dengan menggunakan VLC Media Player.

Download VLC Player di sini
Download Gom Player di sini
Download Win-RAR di sini

27 Mei 2011

Cara Merubah .rar ke .avi, .mkv dan lain-lain

Pertama kita harus memunculkan ekstention pada file film tersebut, caranya:

Buka windows explorer, lalu klik Tools -> Folder Options -> View -> lalu uncheck pilihan hide extentions for known file types.

Setelah itu baru nanti file film-nya akan keliatan ekstension-nya, misalnya yang semula judul filenya avatar menjadi avatar.rar

Nah .rar dibelakang nama file tersebut ganti menjadi .avi atau sesuai keperluannya

Jangan lupa mengembalikan uncheck pilihan hide extentions for known file types supaya nanti tidak terjadi kesalahan dalam merubah nama file pada file yang lain.

Sumber

Istilah Kualitas Gambar Dalam Film


Ada beberapa istilah kualitas film yang sering muncul ketika kita akan men-download sebuah film.

Bluray/HD
Bluray/HD : Resolusi jauh lebih besar yaitu 1920x1080 atau 1280x720 (tergantung filenya). Konsekuensinya, file jadi besar dan memutarnya juga berat, sehingga diperlukan spesifikasi komputer yang tinggi juga. kalau tidak nanti jadi patah-patah. Kualitas ini jauh lebih baik dari DVDRip.

m-HD
m-HD : mini/micro HD: hampir sama dengan HD, tetapi dengan resolusi yang lebih kecil yaitu 1280x5xx, sehingga ukuran file pun juga lebih kecil dibandingkan HD.

BRRip
BRRip : Ripper dari Bluray. Kualitasnya jauh lebih bagus dari DVDRip namun membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih tinggi pula. Jika hardware komputer (VGA dan lain-lain) tidak memadai, maka film akan terlihat patah-patah.

DVDRip
DVDRip : yaitu merupakan salinan dari DVD Original. Kualitas gambar dan suaranya baik sekali. DVDRip akan ada jika DVD Originalnya telah ada di pasaran. Bisa mendukung maksimal 720x480 atau 720x576. Nah biasanya ini yang banyak didownload.

TC (Telecine)
TC (Telecine) : yaitu metode pengkopian film digital langsung dari pita. Kualitas suara dan gambarnya sudah sangat baik. Namun karena peralatan yang dibutuhkan untuk merekam telecine ini sangat jarang ditemui dan sudah menjadi langka.

DVDScr
DVDScr : yaitu merupakan dupiklat dari promo DVD yang akan digunakan sebagai promosi. DVDScr akan ada sebelum DVD originalnya keluar di pasaran. Kualitas gambar dan suaranya hampir setara dengan DVDRip, hanya saja pada gambar video sering terdapat beberapa tulisan penjelasan yang terpampang di layar tentang DVD tersebut yang biasanya sedikit menggangu kita.

R5
R5 : untuk tipe ini, kualitas gambar hampir setara dengan DVDRip, tetapi untuk kualitas suara biasanya agak jelek (cempreng) , meskipun ada beberapa yang kualitas suaranya sudah bagus, namun tetap saja masih ada sedikit noise sehingga mengurangi kenyamanan dalam menonton film tersebut.

CAM
CAM : kualitas jenis ini merupakan hasil dari rekaman camera digital, langsung di bioskop sehingga kadang penonton yang lalu lalang ikut terekam. Rekaman kualitas ini biasanya menggunakan mini tripod, sehingga sering terdapat sedikit goncangan. Kualitas video ini sangat jelek. tapi memang sengaja seperti itu agar kesan realnya lebih terasa

TS (Telesync)
TS (Telesync) : kualitasnya hampir sama dengan jenis CAM. Namun kualitas gambar dan suara TS sedikit lebih baik dari CAM karena TS merupakan CAM yang telah dilabel ulang.

Workprint
Workprint : film yang belum diedit efek visualnya secara keseluruhan. Bisanya terdapat adegan yang hilang, suara yang tidak beraturan. Kualitas film ini bervariasi dari yang paling baik hingga yang paling buruk

VCD
VCD : biasanya digunakan untuk transfer kualitas rendah (CAM/TS/TC/Screener (VHS)/TVrip(analog) untuk membuat ukuran file yang lebih kecil.

PPV
PPV : Pay Per View, Jadi bayar setiap kali filmnya ditonton, semacam TV Kabel, nah ini di-RIP jadi kualitasnya hampir kayak VCDRip

Biasanya urutan keluarnya sebuah film di internet yaitu sebagai berikut, meskipun tidak selalu:
CAM -> TS -> R5 / DVDScr -> DVDRip -> BRRip

Sumber

09 Mei 2011

Pencurian Nekat

Berbicara tentang kehilangan barang yang kita miliki, mungkin setiap orang pernah mengalaminya. Banyak berita tentang kehilangan yang telah kita dengar baik melalui media informasi, pengalaman orang lain dan bahkan pengalaman kita sendiri. Salah satunya adalah pencurian.

Jika bertanya kenapa dewasa ini banyak terdengar berita tentang pencurian. Dapat disimpulkan bahwa si pemilik barang yang kurang hati-hati dalam penjagaan barang tersebut atau si pelaku yang memang sudah ahli dan ter-organisasi dalam hal ini dan juga karena adanya kesempatan .

Salah satu kejadian pencurian yang terjadi di lingkungan saya adalah pencurian uang oleh seorang penjual barang bekas. Terjadi pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan yang terjadi pada pagi hari itu berjalan seperti biasanya. Ada tetangga yang sibuk berbelanja, menjemur pakaian dan menjaga anaknya.

Banyak orang melewati jalan tersebut, baik berjalan kaki atau menggunakan motor dan mobil. Bukan hanya orang yang berkepentingan melewati jalan tersebut namun juga pedagang. Seperti yang kita pikirkan bahwa setiap pagi pasti akan banyak orang dengan kepentingannya masing-masing.

Rumah tempat pelaku melakukan aksinya memang berada di pinggir jalan. Bisa di bilang rumah tersebut terjangkau dalam pandangan. Rumah itu juga dekat dengan warung, yang otomatis tidak akan lepas dari pandangan orang lain. Memang rumah tersebut dalam keadaan kosong karena ditinggal penghuninya pergi ke Bandung.

Saat itu ada seorang penjual barang bekas yang menaruh gerobaknya dipinggir jalan. Usianya kira-kira 25 tahun. Posisi gerobak dengan rumah sasarannya itu sedikit berjauhan. Jadi sebelumnya si pelaku sudah melihat ada rumah kosong, lalu agak menaruh gerobaknya jauh dari rumah tersebut untuk melakukan aksinya. Entah apa yang dipikirkan oleh si pelaku untuk melakukan aksi pencurian di pagi hari yang tentu saja waktu tersebut tidak ideal dalam pelaksanaannya. Karena ya pagi hari adalah waktu yang ramai oleh orang-orang untuk melakukan masing-masing kegiatannya.

Dengan nekat si pelaku memanjat pagar rumah itu, dan menghampiri jendela untuk menjebolnya. Memang jendela tersebut belum terpasang oleh tralis, jadi sedikit memudahkan pelaku untuk menjebolnya. Pelaku pun dapat berhasil masuk kedalam rumah. Yang diincar pelaku dirumah itu adalah uang. Sedang asik mencari dimana uang itu berada, salah satu tetangga melihat ada yang aneh dengan rumah itu. Tentu saja dia langsung mengecek kerumah itu karena sadar kalau rumah itu ditinggal oleh penghuninya dan tidak akan mungkin ada aktifitas yang terjadi.

Kaget karena melihat jendela yang rusak dan sedikit terbuka, sang tetangga itu pun teriak dan memancing perhatian orang banyak. Si pelaku pun tidak kalah terkejut mendengar teriakan yang menyebut profesinya saat itu, yaitu ‘maling’. Pelaku mencoba kabur namun tidak sempat, akhirnya tertangkap dan sempat jadi korban pemukulan warga yang merasa emosi karena tingkahnya.

Sang ketua RT pun langsung bertindak cepat dan tegas. Pelaku sengaja ditahan untuk dimintai keterangan tentang apa yang dia lakukan. Ketika ditanya alesan mengapa melakukan pencurian, pelaku menjawab karena desakan ekonomi yang membuatnya stress dan tanpa pikir panjang melakukan pencurian uang. Uang hasil curian ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhannya, tambah pelaku.

Salah seorang dari kerumunan tersebut berinisiatif untuk memanggil pihak berwajib. Tidak lama kemudian dua orang polisi tiba di tempat. Sang polisi meminta keterangan dari warga sekitar dan juga kepada pelaku. Ketika mendapatkan semua keterangan yang diinginkan, sang polisi langsung membawa pelaku beserta barang bukti berupa uang dan beberapa orang saksi untuk selanjutnya akan di adili.

Setelah kejadian ini selesai, masih banyak orang yang heran karena tingkah pelaku yang nekat mencuri di waktu yang ramai ketika orang-orang melakukan kegiatannya. Mungkin memang si pelaku sudah dikendalikan oleh nafsu yang membuat otak tidak bisa berfikir kembali.

Dengan kejadian ini, seharusnya membuat kita berfikir lagi untuk dapat berhati-hati kembali dalam penjagaan semua barang yang kita miliki. Untuk tidak adanya keteledoran yang di ambil kesempatannya oleh pelaku untuk melakukan kejahatan.

>> Tugas Bahasa Indonesia 2