03 Juni 2011

Tingkatan Karir Jabatan Tanda Kepangkatan POLRI - Kepolisian NKRI

Berikut di bawah ini adalah tahapan jenjang karir atau tanda kepangkatan Polisi dalam struktur organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia / POLRI.

A. Pangkat Polisi Versi Baru

=== Perwira ===
- Perwira Tinggi -
Jenderal Polisi
Komisaris Jenderal Polisi
Inspektur Jenderal Polisi
Brigadir Jenderal Polisi
- Perwira Menengah -
Komisaris Besar Polisi
Ajun Komisaris Besar Polisi
Komisaris Polisi
- Perwira Pertama -
Ajun Komisaris Polisi
Inspektur Polisi Satu
Inspektur Polisi Dua

=== Bintara ===
- Bintara Tinggi -
Ajun Inspektur Polisi Satu
Ajun Inspektur Polisi Dua
- Bintara -
Brigadir Polisi Kepala
Brigadir Polisi
Brigadir Polisi Satu
Brigadir Polisi Dua

=== Tamtama ===
Ajun Brigadir Polisi
Ajun Brigadir Polisi Satu
Ajun Brigadir Polisi Dua
Bhayangkara Kepala
Bhayangkara Satu
Bhayangkara Dua

B. Pangkat Polisi Versi Lama

=== Perwira ===
- Perwira Tinggi -
Jenderal Polisi
Letnan Jenderal Polisi
Mayor Jenderal Polisi
Brigadir Jenderal Polisi
- Perwira Menengah -
Kolonel
Letnan Kolonel
Mayor
- Perwira Pertama -
Kapten
Letnan Satu
Letnan Dua

=== Bintara ===
- Bintara Tinggi -
Pembantu Letnan Satu
Pembantu Letnan Dua
- Bintara -
Sersan Mayor
Sersan Kepala
Sersan Satu
Sersan Dua

=== Tamtama ===
Kopral Kepala
Kopral Satu
Kopral Dua
Prajurit Kepala
Prajurit Satu
Prajurit Dua

Sumber

Panca Krida Kabinet Pembangunan VI / Enam - Pemerintah NKRI

  1. Melanjutkan, meningkatkan, memperdalam dan memperluas pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila yang bertumpu pada Trilogi Pembangunan, berwawasan Nusantara untuk memperkuat ketahanan nasional dan tekad kemandirian.
  2. Meningkatkan disiplin nasional yang dipelopori oleh aparatur negara menuju terwujudnya pemerintah yang bersih dan berwibawa dalam memberikan pelayanan pada rakyat Indonesia.
  3. Membudayakan mekanisme kepemimpinan nasional berdasarkan UUD 45, ideologi Pancasila, demokrasi Pancasila, Ekaprasetia Pancakarsa dalam kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat.
  4. Melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan aktif, berdasarkan prinsip hidup berdampingan secara damai dalam hubungan bilateral, regional, dan global untuk kepentingan pembangunan nasional.
  5. Melaksanakan pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, dan rahasia dalam tahun 1997.

Sumber

Nama atau Sebutan Pimpinan Daerah atau Daerah Tingkat di Indonesia

Berikut ini adalah sebutan pimpinan atau orang yang mengepalai suatu daerah yang secara resmi diakui oleh pemerintah negara kesatuan Republik Indonesia :


  1. Kepala Negara Adalah Presiden
  2. Kepala Provinsi / Daerah Tingkat I / Dati I Adalah Gubernur
  3. Kepala Kotamadya / Daerah Tingkat II / Dati II Adalah Walikotamadya
  4. Kepala Kota Administrasi Adalah Walikota
  5. Kepala Kabupaten / Daerah Tingkat II / Dati II Adalah Bupati
  6. Kepala Kecamatan Adalah Camat
  7. Kepala Kelurahan Adalah Kepala Desa / Kades

Tingkatan Jabatan Tanda Kepangkatan TNI - Tentara Nasional Indonesia

1. Pangkat TNI - AL ::: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut

=== Perwira ===
- Perwira Tinggi -
Laksamana
Laksamana Madya
Laksamana Muda
Laksamana Pertama
- Perwira Menengah -
Kolonel
Letnan Kolonel
Mayor
- Perwira Pertama -
Kapten
Letnan Satu
Letnan Dua

=== Bintara ===
- Bintara Tinggi -
Pembantu Letnan Satu
Pembantu Letnan Dua
- Bintara -
Sersan Mayor
Sersan Kepala
Sersan Satu
Sersan Dua

=== Tamtama ===
- Tamtama Kepala -
Kopral Kepala
Kopral Satu
Kopral Dua
- Tamtama -
Kelasi Kepala
Kelasi Satu
Kelasi Dua


2. Pangkat TNI - AU ::: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

=== Perwira ===
- Perwira Tinggi -
Marsekal
Marsekal Madya
Marsekal Muda
Marsekal Pertama
- Perwira Menengah -
Kolonel
Letnan Kolonel
Mayor
- Perwira Pertama -
Kapten
Letnan Satu
Letnan Dua

=== Bintara ===
- Bintara Tinggi -
Pembantu Letnan Satu
Pembantu Letnan Dua
- Bintara -
Sersan Mayor
Sersan Kepala
Sersan Satu
Sersan Dua

=== Tamtama ===
- Tamtama Kepala -
Kopral Kepala
Kopral Satu
Kopral Dua
- Tamtama -
Prajurit Kepala
Prajurit Satu
Prajurit Dua


3. Pangkat TNI - AD ::: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

=== Perwira ===
- Perwira Tinggi -
Jendral
Letnan Jendral
Mayor Jendral
Brigadir Jendral
- Perwira Menengah -
Kolonel
Letnan Kolonel
Mayor
- Perwira Pertama -
Kapten
Letnan Satu
Letnan Dua

=== Bintara ===
- Bintara Tinggi -
Pembantu Letnan Satu
Pembantu Letnan Dua
- Bintara -
Sersan Mayor
Sersan Kepala
Sersan Satu
Sersan Dua

=== Tamtama ===
- Tamtama Kepala -
Kopral Kepala
Kopral Satu
Kopral Dua
- Tamtama -
Prajurit Kepala
Prajurit Satu
Prajurit Dua

Sumber

Nomor Telepon Penting dan Darurat di Indonesia

Nomor dibawah ini dapat dihubungi dengan mudah tanpa masalah pada pesawat telepon PSTN Telkom, namun belum diujicoba pada operator telepon tetap dan selular lainnya. Untuk nomor telepon darurat secara umum tarif gratis tanpa dipungut bayaran sepeser pun.

A. Nomor telepon darurat
- Darurat = 112
- Ambulan = 118
- Polisi = 110
- Pemadam Kebakaran = 113
- SAR / Search and Rescue = 115
- Posko Kewaspadaan Nasional = 122
- Informasi dan perbaikan kerusakan dan gangguan telepon = 117
- Informasi dan perbaikan kerusakan dan gangguan listrik = 123
- Palang Merah Indonesia atau PMI = 021-4207051
- Sentra Informasi Keracunan (Siker) = 021-4250767, 021-4227875

B. Nomor telepon layanan informasi
- Informasi billing atau tagihan telepon = 109
- Informasi jam atau waktu = 103
- Informasi lokal / umum = 108
- Informasi interlokal = 106
- Informasi internasional = 102
- Informasi interlokal melalui operator = 105
- Informasi internasional melalui operator = 101 / 104
- Informasi telemarketing = 162
- Informasi pos dan giro = 161
- Layanan Phonogram / Telegram via Telepon = 165

Sumber

Hari Besar Nasional Republik Indonesia

Tanggal 1 Januari Diperingati Sebagai Hari Raya Tahun Baru Masehi
Tanggal 10 Januari Diperingati Sebagai Hari Tritura
Tanggal 15 Januari Diperingati Sebagai Hari Peristiwa Laut atau Samudera
Tanggal 25 Januari Diperingati Sebagai Hari Gizi
Tanggal 9 Februari Diperingati Sebagai Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia
Tanggal 13 Februari Diperingati Sebagai Hari Farmasi
Tanggal 1 Maret Diperingati Sebagai Hari Kehakiman Indonesia
Tanggal 9 Maret Diperingati Sebagai Hari Wanita Indonesia
Tanggal 11 Maret Diperingati Sebagai Hari Surat Perintah 11 Maret (Supersemar)
Tanggal 18 Maret Diperingati Sebagai Hari Arsitektur Indonesia
Tanggal 24 Maret Diperingati Sebagai Hari Peringatan Bandung Lautan Api
Tanggal 6 April Diperingati Sebagai Hari Nelayan Indonesia
Tanggal 9 April Diperingati Sebagai Hari Penerbangan Nasional
Tanggal 19 April Diperingati Sebagai Hari Pertahanan Sipil (Hansip)
Tanggal 21 April Diperingati Sebagai Hari Peringatan RA. Kartini
Tanggal 24 April Diperingati Sebagai Hari Angkutan Nasional
Tanggal 27 April Diperingati Sebagai Hari Lembaga Pernasyarakatan Indonesia
Tanggal 1 Mei Diperingati Sebagai Hari Peringatan Pernbebasan Irian Barat
Tanggal 2 Mei Diperingati Sebagai Hari Pendidikan Nasional
Tanggal 3 Mei Diperingati Sebagai Hari Surya
Tanggal 20 Mei Diperingati Sebagai Hari Kebangkitan Nasional
Tanggal 21 Mei Diperingati Sebagai Hari Buku Nasional
Tanggal 1 Juni Diperingati Sebagai Hari Lahirnya Pancasila
Tanggal 3 Juni Diperingati Sebagai Hari Pasar Modal Indonesia
Tanggal 21 Juni Diperingati Sebagai Hari Krida Pertanian
Tanggal 22 Juni Diperingati Sebagai Hari Ulang Tahun Kota Jakarta
Tanggal 24 Juni Diperingati Sebagai Hari Bidan Indonesia
Tanggal 29 Juni Diperingati Sebagai Hari Keluarga Berencana Nasional
Tanggal 1 Juli Diperingati Sebagai Hari Bhayangkara
Tanggal 1 Juli Diperingati Sebagai Hari Anak-anak Indonesia
Tanggal 5 Juli Diperingati Sebagai Hari Bank Indonesia
Tanggal 12 Juli Diperingati Sebagai Hari Koperasi Indonesia
Tanggal 22 Juli Diperingati Sebagai Hari Kejaksaan
Tanggal 10 Agustus Diperingati Sebagai Hari Veteran Nasional
Tanggal 14 Agustus Diperingati Sebagai Hari Pramuka (Praja Muda Karana)
Tanggal 17 Agustus Diperingati Sebagai Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Tanggal 18 Agustus Diperingati Sebagai Hari Konstitusi Republik Indonesia
Tanggal 19 Agustus Diperingati Sebagai Hari Departemen Luar Negeri
Tanggal 21 Agustus Diperingati Sebagai Hari Maritim Nasional
Tanggal 1 September Diperingati Sebagai Hari Polwan (Polisi Wanita)
Tanggal 8 September Diperingati Sebagai Hari Aksara
Tanggal 8 September Diperingati Sebagai Hari Pamong Praja
Tanggal 11 September Diperingati Sebagai Hari RRI (Radio Republik Indonesia)
Tanggal 17 September Diperingati Sebagai Hari Perhubungan Nasional
Tanggal 17 September Diperingati Sebagai Hari Palang Merah Indonesia
Tanggal 24 September Diperingati Sebagai Hari Agraria Nasional (Hari Tani)
Tanggal 28 September Diperingati Sebagai Hari Kereta Api
Tanggal 29 September Diperingati Sebagai Hari Sarjana
Tanggal 30 September Diperingati Sebagai Hari Berkabung Nasional Gestipu
Tanggal 1 Oktober Diperingati Sebagai Hari Kesaktian Pancasila
Tanggal 5 Oktober Diperingati Sebagai Hari Ulang Tahun ABRI
Tanggal 15 Oktober Diperingati Sebagai Hari Hak Asasi Binatang
Tanggal 16 Oktober Diperingati Sebagai Hari Parlemen Republik Indonesia
Tanggal 24 Oktober Diperingati Sebagai Hari Dokter Indonesia
Tanggal 27 Oktober Diperingati Sebagai Hari Penerbangan Nasional
Tanggal 28 Oktober Diperingati Sebagai Hari Sumpah Pemuda
Tanggal 30 Oktober Diperingati Sebagai Hari Keuangan
Tanggal 3 November Diperingati Sebagai Hari Kerohanian
Tanggal 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan
Tanggal 12 November Diperingati Sebagai Hari Kesehatan Nasional
Tanggal 21 November Diperingati Sebagai Hari Pohon
Tanggal 25 November Diperingati Sebagai Hari Guru (PGRI)
Tanggal 4 Desember Diperingati Sebagai Hari Artileri
Tanggal 9 Desember Diperingati Sebagai Hari Armada Republik Indonesia
Tanggal 12 Desember Diperingati Sebagai Hari Transmigrasi
Tanggal 15 Desember Diperingati Sebagai Hari Infanteri
Tanggal 19 Desember Diperingati Sebagai Hari Trikora
Tanggal 20 Desember Diperingati Sebagai Hari Sosial
Tanggal 22 Desember Diperingati Sebagai Hari Ibu

Sumber

Profil Presiden dan Wakil Presiden NKRI

Presiden

1. Dr. Ir. H. Soekarno
- Periode Jabatan : 1945 sampai 1966
- Tempat tanggal lahir : Blitar, Jawa Timur 6 Juni 1901

2. Jendral TNI H.M. Soeharto (Bapak Pembangunan)
- Periode Jabatan : 1966 sampai 1998
- Tempat tanggal lahir : Desa Kemusuk, Argamulya Yogyakarta 8 Juni 1921

3. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie
- Periode Jabatan : 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999
- Tempat tanggal lahir : Pare-pare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1936

4. K.H. Aburrahman Wahid
- Periode Jabatan : 20 oktober 1999 sampai 2001
- Tempat tanggal lahir : Jombang 14 Agustus 1940

5. Megawati Soekarnoputri
- Periode Jabatan : 23 Juli 2001 sampai 2004
- Tempat tanggal lahir : Yogyakarta 23 Januari 1946

6. Jendral Purnawirawan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
- Periode Jabatan : 2004 sampai sekarang
- Tempat tanggal lahir : Pacitan, Jawa Timur 9 September 1949


Wakil Presiden

1. Drs. Mohammad Hatta (Bapak Koperasi)
- Periode Jabatan : 1945 sampai 1956
- Tempat tanggal lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat 12 agustus 1902

2. Sri Sultan Hamengkubuwono IX
- Periode Jabatan : 1973 sampai 1978
- Tempat tanggal lahir : Yogyakarta 12 April 1912

3. Adam Malik
- Periode Jabatan : 23 Maret 1978 sampai 1983
- Tempat tanggal lahir : Pematang Siantar, Sumatera Utara 22 Juli 1917

4. Umar Wirahadikusumah (Jendral Purnawirawan)
- Periode Jabatan : 1983 sampai 1988
- Tempat tanggal lahir : Situraja, Sumedang, Jawa Barat 1 Oktober 1924

5. Sudharmono
- Periode Jabatan : 1988 sampai 1993
- Tempat tanggal lahir : Cerme, Gresik, Jawa Timur 12 Maret 1927

6. Try Sutrisno
- Periode Jabatan : 1993 sampai 1998
- Tempat tanggal lahir : Surabaya, Jawa Timur 15 November 1935

7. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie
- Periode Jabatan : 1998 (2 Bulan)
- Tempat tanggal lahir : Pare-pare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1936

8. Megawati Soekarnoputri
- Periode Jabatan : 1999 sampai 2001
- Tempat tanggal lahir : Yogyakarta 23 Januari 1946

9. Hamzah Haz
- Periode Jabatan : 2001 sampai 2004
- Tempat tanggal lahir : Ketapang, Pontianak, Kalimantan Barat 15 Februari 1940

10. M. Jusuf Kalla
- Periode Jabatan : 2004 sampai sekarang
- Tempat tanggal lahir : Watambone, Sulawesi Tengah 15 Mei 1942

Sumber

Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI

Sapta Marga :

1. Kami Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila.
2. Kami Patriot Indonesia, pendukung serta pembela Ideologi Negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah.
3. Kami Kesatria Indonesia, yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.
4. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia, adalah Bhayangkari Negara dan Bangsa Indonesia.
5. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia, memegang teguh disiplin, patuh dan taat kepada pimpinan serta menjunjung tinggi sikap dan kehormatan Prajurit.
6. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia, mengutamakan keperwiraan di dalam melaksanakan tugas, serta senantiasa siap sedia berbakti kepada Negara dan Bangsa.
7. Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia, setia dan menepati janji serta Sumpah Prajurit.

Sumpah Prajurit :

Demi Allah saya bersumpah / berjanji :
1. Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
2. Bahwa saya akan tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan.
3. Bahwa saya akan taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan.
4. Bahwa saya akan menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada Tentara dan Negara Republik Indonesia.
5. Bahwa saya akan memegang segala rahasia Tentara sekeras-kerasnya.

Delapan Wajib TNI :

Demi Allah saya bersumpah / berjanji :
1. Bersikap ramah tamah terhadap rakyat.
2. Bersikap sopan santun terhadap rakyat.
3. Menjunjung tinggi kehormatan wanita.
4. Menjaga kehormatan diri di muka umum.
5. Senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaannya.
6. Tidak sekali-kali merugikan rakyat.
7. Tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat.
8. Menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

Sumber

Sumpah dan Moto TNI dan Polri

Sumpah Prajurit :

Saya bersumpah.
Demi Allah :
1. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pncasila dan UUD '45
2. Tunduk kepada hukum dan memegang teguh displin keprajuritan
3. Taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah/putusan
4. Menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab kepada tentara dan Negara Republik Indonesia
5. Memegang segala rahasia tentara sekeras-kerasnya

Moto TNI dan Polri :

1. TNI Angkatan Darat (TNI-AD)
Motonya adalah : Kartika Eka Paksi yang berarti Kekuatan, Kesatuan dan Kesetiaan.

2. TNI Angkatan Laut (TNI-AL)
Motonya adalah : Jales Viva Jaya Mahe yang berarti Di Laut Kita Jaya.

3. TNI Angkatan Udara (TNI-AU)
Motonya adalah : Swa Buwana Paksa yang berarti Sayap Tanah Air.

4. Kepolisian Republik Indonesia (Polri)
Motonya adalah : Rastra Sewakotama yang berarti Abdi Ulama Bagi Nusa Bangsa.

Sumber

Pembagian Waktu di Indonesia

Indonesia terbagi atas 3 daerah waktu yang berbeda. Setiap wilayah berbeda waktu 1 sampai dengan 2 jam walaupun pada saat yang sama/berbarengan. Hal ini disebabkan akibat Wilayah Indonesia yang melebar dari barat ke timur sehingga dipengaruhi oleh rotasi bumi terhadap arah matahari. Dari satu bagian waktu ke bagian waktu sebelahnya adalah berbeda 1 jam secara teori namun secara fakta dari bagian yang satu ke bagian lain tidak berbeda 1 jam.

Contohnya adalah antara bali dan surabaya yang secara de facto hanya berbeda beberapa menit, namun akibat dari pembatasan wilayah waktu menjadi 1 jam. Setiap berbeda 15o bujur bumi berbeda waktu 1 jam.

Berikut ini adalah wilayah untuk masing-masing zona waktu :



  • Waktu Indonesia Bagian Barat (105o Bujur Timur) : Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan barat.
  • Waktu Indonesia Bagian Tengah (120o Bujur Timur) : Bali, Nusa tenggara barat, Nusa tenggara timur, Sulawesi, Kalimantan selatan, kalimantan tengah, kalimantan timur.
  • Waktu Indonesia Bagian Timur (135o Bujur Timur) : Maluku dan Papua.


Sumber

Iklim di Indonesia


Di Indonesia terdapat tiga jenis iklim yang mempengaruhi iklim di Indonesia,
yaitu iklim musim (muson), iklim tropica (iklim panas), dan iklim laut.

Iklim Musim (Iklim Muson)

Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode tertentu. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan. Iklim musim terdiri dari 2 jenis, yaitu Angin musim barat daya (Muson Barat) dan Angin musim timur laut (Muson Tumur). Angin muson barat bertiup sekitar bulan oktober hingga april yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Angin muson timur bertiup sekitar bulan april hingga bulan oktober yang sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau.

Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas)

Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Umumnya wilayah Asia tenggara memiliki iklim tropis, sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis. Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan atau Hujan Naik Tropika.

Iklim Laut

Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah laut mengakibatkan penguapan air laut menjadi udara yang lembab dan curah hujan yang tinggi.

Sumber

Tanda Kendaraan Bermotor / Plat Nomor di Indonesia

Tanda A Untuk Daerah/Wilayah Banten
Tanda B Untuk Daerah/Wilayah DKI Jakarta
Tanda D Untuk Daerah/Wilayah Bandung
Tanda E Untuk Daerah/Wilayah Cirebon
Tanda F Untuk Daerah/Wilayah Bogor
Tanda G Untuk Daerah/Wilayah Pekalongan
Tanda H Untuk Daerah/Wilayah Semarang
Tanda K Untuk Daerah/Wilayah Pati
Tanda L Untuk Daerah/Wilayah Surabaya
Tanda M Untuk Daerah/Wilayah Madura
Tanda N Untuk Daerah/Wilayah Malang
Tanda P Untuk Daerah/Wilayah Besuki
Tanda R Untuk Daerah/Wilayah Banyumas
Tanda S Untuk Daerah/Wilayah Bojonegoro .
Tanda T Untuk Daerah/Wilayah Kerawang
Tanda AA Untuk Daerah/Wilayah Kedu
Tanda AB Untuk Daerah/Wilayah DI Yogyakarta
Tanda AD Untuk Daerah/Wilayah Surakarta
Tanda AE Untuk Daerah/Wilayah Madiun
Tanda AG Untuk Daerah/Wilayah Kediri
Tanda BA Untuk Daerah/Wilayah Sumatra Barat
Tanda BB Untuk Daerah/Wilayah Sumatra Utara
Tanda BD Untuk Daerah/Wilayah Bengkulu
Tanda BE Untuk Daerah/Wilayah Lampung
Tanda BG Untuk Daerah/Wilayah Sumatra Selatan
Tanda BH Untuk Daerah/Wilayah Jambi
Tanda BK Untuk Daerah/Wilayah Sumatra Timur
Tanda BL Untuk Daerah/Wilayah DI Aceh
Tanda BM Untuk Daerah/Wilayah Riau
Tanda BN Untuk Daerah/Wilayah Bangka
Tanda CC Untuk Daerah/Wilayah Korps Konsul
Tanda CD Untuk Daerah/Wilayah Korps Diplomatik
Tanda DA Untuk Daerah/Wilayah Kalimantan Selatan
Tanda DB Untuk Daerah/Wilayah Minahasa
Tanda DD Untuk Daerah/Wilayah Sulawesi Selatan
Tanda DE Untuk Daerah/Wilayah Maluku Selatan
Tanda DG Untuk Daerah/Wilayah Maluku Utara
Tanda DH Untuk Daerah/Wilayah Maluku Timur
Tanda DK Untuk Daerah/Wilayah Bali
Tanda DL Untuk Daerah/Wilayah Sangihe/Talaud
Tanda DM Untuk Daerah/Wilayah Sulawesi Utara
Tanda DN Untuk Daerah/Wilayah Sulawesi Tengah
Tanda DR Untuk Daerah/Wilayah Lombok
Tanda DS Untuk Daerah/Wilayah Papua
Tanda EA Untuk Daerah/Wilayah Sumbawa
Tanda EB Untuk Daerah/Wilayah Flores
Tanda ED Untuk Daerah/Wilayah Sumba
Tanda KB Untuk Daerah/Wilayah Kalimantan Barat
Tanda KT Untuk Daerah/Wilayah Kalimantan Timur
Tanda W Untuk Daerah/Wilayah Sidoarjo (Jatim)
Tanda Z Untuk Daerah/Wilayah Sumedang (Jabar)

Sumber